05 November 2018 16:58:52
Ditulis oleh Admin

PORPROV JATIM 2019 TUBAN

FEDERASI AERO SPORT INDONESIA (FASI)

 

Persatuan Olah Raga Dirgantara Paralayang Jawa Timur

 

Technical Handbook

 

PORPROV VI / 2019 JAWA TIMUR

Cabang Olahraga Paralayang

 

  1. PENDAHULUAN

 

1.1. Paralayang sebagai bagian dari olahraga dirgantara adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada PORPROV VI Jawa Timur Tahun 2019, setelah berhasil menyelenggarakan eksebisi pada PORPROV V Jawa Timur Tahun 2015 di Banyuwangi.

1.2. Pelaksanaannya diserahkan kepada Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Paralayang yang disahkan oleh KONI Jawa Timur.

1.3. Ketentuan Umum Pelaksanaan PORPROV VI Jawa Timur Tahun 2019 Cabang Olahraga Paralayang ini berisi petunjuk dan peraturan umum yang berlaku dalam keseluruhan pelaksanaan Lomba Paralayang PORPROV VI Jawa Timur.

1.4. Ketentuan  Umum  ini  merupakan  bagian  dari  Buku  Panduan  (Technical Handbook) Lomba Paralayang PORPROV VI Jawa Timur yang juga berisi peraturan  teknis  untuk  setiap  nomor  lomba  dan  informasi  lain  yang keseluruhannya merupakan satu bagian yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.

1.5. Buku Panduan ini adalah acuan bagi Panitia, Wasit, dan Kontingen/atlet dalam pelaksanaan Pertandingan Paralayang PORPROV VI Jawa Timur 2019.

  1. INFORMASI UMUM

 

2.1.   Waktu dan tempat

 

2.1.1. Perlombaan cabang olahraga Paralayang PORPROV VI Jawa Timur akan diselenggarakan pada H-1 s.d. H+7 Juli 2019

 

2.1.2.                                                                                                    Tempat take off              di            Bukit                                                                                                             Glodakan,      Desa    Trantang,            Kec.

 

Kerek, Kab. Tuban (https://goo.gl/maps/ohq5bhsr85F2),

 

2.1.3.  Tempat landing di Lapangan desa, Desa Wolutengah, Kec. Kerek, Kab. Tuban (https://goo.gl/maps/Fhtp5YgnrNA2)

 

2.2.   Azas  pertandingan  Paralayang  pada  PORPROV  VI  Jawa  Timur  adalah merealisir  maksud  dan  tujuan  PORPROV  melalui  olahraga  Paralayang.

 

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  1

 

Ketentuan-ketentuan dasar/ pokok mengacu pada Peraturan PORPROV VI

 

Jawa Timur yang dikeluarkan oleh KONI Jawa Timur.

 

2.3.    Pertandingan   Paralayang   PORPROV  VI   Jawa   Timur   bertujuan    untuk

 

mencapai  prestasi  vertikal  maksimum  pada  setiap  macam  pertandingan

 

yang  diselenggarakan,  dan  untuk  menjalin  komunikasi,  persatuan,  dan

 

persaudaraan antara insan-insan Paralayang dari berbagai daerah di Jawa

 

Timur

 

2.4.    Dengan kegiatan ini diharapkan juga kegiatan olahraga Paralayang akan

 

semakin   memasyarakat   dan   berkembang   di  Jawa   Timur,   yang    pada

 

akhirnya akan berperan dalam mencerdaskan bangsa melalui tumbuhnya

 

insan-insan cinta dirgantara, ilmu pengetahuan, dan teknologi

 

  1. INFORMASI TEKNIS 3.1. Jadwal umum
    • H-1 : Registrasi, Latihan Resmi, TM
    • H: Akurasi Individu Putra dan Putri
    • H+1 : Akurasi Individu Putra dan Putri
    • H+2 : Akurasi Beregu Putra dan Beregu Putri
    • H+3 : Akurasi Beregu Putra dan Beregu Putri
    • H+4 : Hari cadangan akurasi/ latihan resmi lintas alam
    • H+5 : Lintas Alam Beregu Putra dan Putri
    • H+6 : Lintas Alam Beregu Putra dan Putri
    • H+7 : Hari cadangan lintas alam dan UPP

3.2.    Nomor pertandingan

  • Akurasi Individu Putra
  • Akurasi Individu Putri
  • Akurasi Beregu Putra
  • Akurasi Beregu Putri
  • Lintas Alam Jarak Terbatas Beregu Putra
  • Lintas Alam Jarak Terbatas Beregu Putri 3.3. Peserta

 

3.3.1.   Peserta   pertandingan   adalah   atlet-atlet   paralayang   yang    telah

 

mengikuti pendidikan dan latihan paralayang yang diselenggarakan

 

oleh  FASI  dan  mendapatkan   rekomendasi   mengikuti    kejuaraan

 

paralayang   oleh    instruktur    atau   memiliki     lisensi    penerbang

 

paralayang yang dikeluarkan oleh PGPI-Paralayang yang mewakili

 

Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

 

3.3.2.   Setiap   Kontingen  Kabupaten/Kota   berhak   mengirimkan   peserta

 

sesuai                                                                                        dengan           ketentuan        KONI  Jatim    tentang                                                                                                 PORPROV     dan

 

mengikuti semua nomor lomba sesuai dengan ketentuan.

 

 

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  2

 

3.3.3.   Setiap Nomor Pertandingan Beregu dikuti oleh 2 (dua) atlet.

 

3.3.4.  Peserta Pertandingan Paralayang PORPROV VI Jawa Timur Tahun 2019 adalah atlet-atlet yang didaftarkan oleh KONI Kabupaten/Kota sesuai prosedur PORPROV VI Jawa Timur.

 

3.3.5.  Setiap tim dari kontingen harus dipimpin oleh seorang Manajer Tim yang bertindak sebagai Official.

 

3.4.      Technical meeting

 

3.4.1.  Panitia akan mengadakan General Meeting sebelum keseluruhan lomba berlangsung, yang wajib dihadiri oleh Manajer Tim atau perwakilan dari seluruh kontingen.

 

3.4.2.   Technical Meeting untuk setiap nomor pertandingan akan diadakan jika diperlukan, namun hanya untuk memutuskan hal-hal penting sebelum suatu pertandingan dimulai (sistem pertandingan, jumlah ronde, urutan undian, dansebagainya), dan bukan untuk membahas peraturan pertandingan.

 

3.4.3.  Setiap kontingen dapat diwakili maksimum 2 orang, namun hanya berhak atas1 suara.

 

3.4.4.  Kontingen yang tidak hadir atau tidak mengirimkan wakilnya dianggap sebagai menerima segala keputusan yang diambil dalam meeting ini.

 

3.4.5.   Technical Meeting akan dilaksanakan pada H-1 (Juli 2019) pukul

 

19:30 s.d. 21:00 WIB

 

3.5.      Sistem Pertandingan

 

3.5.1.       Sistem pertandingan mengacu pada peraturan teknis pertandingan untuk masing-masing nomor.

 

3.5.2.       Pertandingan nomor beregu akan dilakukan terpisan dengan nomor individu

3.5.3.       Pertandingan nomor beregu akurasi menggunakan system kompetisi yang dilakukan dapam 2 (dua) babak. Babak kualifikasi dilakukan dengan satu kali penerbangan akurasi untuk menentukan 8 (delapan) tim yang lolos. Penentuan pertandingan 8 tim dengan menggunakan system drawing yang dilakukan setelah babak kualifikasi. Babak Kulaifikasi dilakukan dengan sekali penerbangan.

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  3

 

3.5.4.       Keputusan terakhir mengenai sistem pertandingan akan ditetapkan pada Technical Meeting.

 

3.6.      Komite Pelaksana Lomba

 

3.6.1.       Komite Tugas. Beranggotakan instruktur mewakili masing masing Kab/Kota dipimpin oleh Meet Director, bersifat tetap dan tidak dapat digantikan selama kejuaraan.

 

3.6.2.       Komite Keselamatan. Beranggotakan Maksmal 5 orang Pelatih yang ditunjuk oleh Petugas Keselamatan, bersifat tetap dan tidak dapat digantikan selama kejuaraan.

 

3.6.3.       Komite Manajer. Beranggotakan para manajer dari tiap Kab/Kota dipimpin oleh Delegasi Teknik, bersifat tetap tetapi dapat diwakilkan dengan menyerahkan surat mandat pada suatu siding.

 

3.6.4.       Pertemuan Teknik. Suatu rapat yang dipimpin oleh Delegasi Teknik yang dihadiri semua unsur lomba meliputi Perangkat Lomba, Manajer, Pelatih, Peserta, Panitia Lomba, dilakukan pada H-1 jam 19.30 wib dan pada saat diperlukan, dengan pokok pembahasan lokasi dan perlengkapan lomba, peraturan lomba dan protokoler kejuaraan

 

3.7.      Ketentuan Lomba

 

3.7.1.       Akurasi Individu

 

3.7.1.1. Jumlah babak untuk nomor ketepatan mendarat Perorangan direncanakan 4 (empat) babak, sesuai dengan jadwal yang tercantum pada jadwal lomba

 

3.7.1.2. Suatu babak yang belum dapat diselesaikan pada saat waktu penutupan harian, maka dilanjutkan pada jadwal KTM berikutnya sebelum melaksanakan babak yang direncanakan pada hari tersebut

3.7.1.3. Jika ternyata waktu penyelesaian suatu babak menyisakan waktu yang cukup panjang sampai waktu penutupan harian, dengan cuaca yang layak untuk diadakan lomba, maka babak berikutnya dapat dilaksanakan.

 

3.7.1.4. Penetapan babak final (final round) dilakukan jika telah menyelesaikan 3 babak.

 

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  4

 

3.7.1.5. Babak final adalah babak terakhir, diadakan pengaturan urutan take off, dimulai dari atlet urutan terakhir yang tercatat pada akumulasi nilai babak sebelumnya.

 

3.7.1.6. Babak yang tidak selesai pada hari lomba dapat dilanjutkan pada jadwal lomba berikutnya, berlaku juga untuk babak final

 

3.7.1.7. Jika ternyata pada babak Final tidak dapat dilaksanakan karena cuaca, maka babak Final akan dilakukan pada jadwal lomba berikutnya.

 

3.7.2.       Akurasi Beregu

 

3.7.2.1.  Setiap regu terdiri dari 2 orang atlet

 

3.7.2.2. Pertandingan nomor akurasi diagi dalam 3 (tiga) babak, yaitu:

 

  • Babak Kualifikasi

 

  • Babak Eliminasi
  • Babak Final

3.7.2.3. Babak kualifikasi dilakukan dengan 1 (satu) ronde penerbangan akurasi untuk menentukan 8 tim terbaik yang akan melanjukan di babak eliminasi

 

3.7.2.4. Babak eliminasi dilakukan dengan tahapan: babak 1/8, babak ¼, dan babak semi final

3.7.2.5. Babak Final dilakukan untuk menentukan juara 1 dan juara 2.

 

3.7.3.       Sistem Penilaian Akurasi

 

3.7.3.1. Nilai Ketepatan mendarat perorangan dihitung berdasarkan injakan pertama dari salah satu kaki penerbang. Untuk nomor tandem injakan pertama kaki penumpang atau penerbangnya

3.7.3.2. Nilai setiap penerbang akan dihitung dengan jarak dalam sentimeter berdasarkan sentuhan ujung terjauh kaki pertama dihitung dari titik pusat pendaratan. Jika mendarat tepat di pusat target / dead center nilai adalah 0,00 meter

 

3.7.3.3. Jika Atlet mendarat diluar jarak 500 cm, akan mendapat nilai hukuman 500

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  5

 

3.7.3.4. Jika Atlet tidak melakukan penerbangan, akan mendapat nilai hukuman 500

 

3.7.3.5.  Pendaratan dilakukan dengan kaki.

 

3.7.3.6. Jika penerbang jatuh akibat proses pendaratan yang tidak sempurna di dalam target penilaian pendaratan mendapat nilai minimal (500). Jika jatuh di luar target penilaian maka nilai yang dihitung adalah sentuhan pertama kaki penerbang tersebut

 

3.7.3.7. Target pendaratan dilengkapi dengan cakram elektronik dengan radius 22 cm dan titik tengah / dead center beradius 2 cm. Radius lingkaran target penilaian adalah 500 cm

3.7.3.8. Jika cakram tidak tersedia atau tidak berfungsi pada saat lomba, maka penilaian akan dilakukan secara manual

 

3.7.3.9. Hasil nilai Ketepatan Mendarat Perorangan tidak merupakan nilai untuk Ketepatan Mendarat Beregu

3.7.3.10. Pemenang adalah atlet atau regu yang mengumpulkan nilai akumulasi terkecil

 

3.7.3.11. Jika dalam penentuan urutan pemenang medali emas, perak, perunggu terdapat dua atau lebih Atlet perorangan mempunyai nilai yang sama, maka perhitungan ulang Urutan khusus bagi atlet atlet yang nilainya sama dengan cara:

 

3.7.3.12. Tanding ulang untuk yang nilainya sama, atau

 

3.7.3.13. Bila waktu tidak memungkinkan untuk tanding ulang dilakukan pengurangan nilai terjelek secara bertahap sampai terdapat selisih angka khusus kepada atlet yang nilainya sama

3.7.4.       Lintas Alam Jarak Terbatas Beregu

 

3.7.4.1.  Setiap regu terdiri dari 2 atlet

 

3.7.4.2. Jumlah babak untuk kategori lintas alam beregu akan dilaksanakan dalam 1 (satu) babak

3.7.4.3. Dalam hal jumlah babak tidak tercapai karena gangguan cuaca atau teknis yang tidak memungkinkannya lagi

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  6

 

kejuaraan itu dilanjutkan, maka dihitung dari atlet yang berhasil melakukan penerbangan lintas alam.

 

3.7.4.4. Setiap penerbang diwajibkan menggunakan GPS atau aplikasi XC-Track sebagai alat untuk pencatatan secara elektronik pencapaian posisi terbang sesuai tugas yang diberikan.

 

3.7.4.5. Pencatatan hasil tugas sesuai yang telah ditunjukkan oleh GPS atau aplikasi XC-Track yang digunakan Atlet

3.7.4.6. Kegagalan pencatatan tugas yang diakibatkan karena kesalahan teknis penerbang merupakan tanggung jawab penerbang

 

3.7.4.7. Regu Atlet yang memiliki nilai akumulasi terbesar untuk setiap nomor akan dinyatakan sebagai pemenang

 

3.7.5.       Sistem Penilaian Lintas Alam

 

3.7.5.1. Penilaian lintas alam menggunakan software versi terakhir yang digunakan oleh FASI

 

3.7.5.2. Soal lomba paralayang individu maupun beregu akan ditentukan oleh Komite Tugas

 

3.7.5.3. Download data GPS atau perangkat XC-Track paling lambat dilakukan pada pukul 20:00 WIB di sekretariat panitia

 

3.8.    Hambatan pada Lomba

 

3.8.1.       Pertandingan dapat dihentikan/ditunda jika terganggu alasan cuaca (contoh kecepatan/arah angin, hujan, jarak pandang) atau alasan lain, dimana sepenuhnya merupakan keputusan Pimpinan Pertandingan.

3.8.2.       Dalam kasus-kasus tersebut di atas, penyelenggara tidak diharuskan mengulangi pertandingan.

3.8.3.       Suatu pertandingan yang dinyatakan terganggu dapat dilanjutkan oleh Pimpinan Pertandingan jika keadaan kembali memungkinkan.

 

3.9.    Safety dan diskualifikasi

 

3.9.1.       Pertandingan dapat dihentikan/ditunda jika terganggu alasan cuaca (contoh kecepatan/arah angin, hujan, jarak pandang) atau alasan

 

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  7

 

lain, dimana sepenuhnya merupakan keputusan Pimpinan Pertandingan.

 

3.9.2.       Dalam    kasus-kasus    tersebut    di    atas,    penyelenggara    tidak

 

diharuskan mengulangi pertandingan.

 

3.9.3.       Suatu pertandingan yang dinyatakan terganggu dapat dilanjutkan

 

oleh Pimpinan Pertandingan jika keadaan kembali memungkinkan.

 

3.9.4.       Panitia berhak memeriksa peralatan pemenang dan atau siapa pun

 

atlet.

 

3.9.5.       Diskualifikasi  akan  dikenakan  pada  atlet  yang  tidak  mengikuti

 

peraturan dan ketentuan keselamatan penerbangan.

 

3.10.   Latihan resmi

 

3.10.1.   Latihan resmi nomor akurasi maupun lintas alam akan dilaksanakan H-1

 

3.10.2.   Jadwal  latihan   nomor   akurasi   akan   dikeluarkan   oleh    panitia

 

pelaksana H-7

 

3.11.   Registrasi pilot

 

3.11.1.   Akan ada proses registrasi kontingen sebelum lomba berlangsung.

 

Setiap           kontingen           diwajibkan            menyerahkan            surat

 

tugas/perintah/penunjukan    yang    membuktikan      keabsahannya

 

sebagai  kontingen  resmi   daerahnya   dengan  dilampiri    fotokopi

 

KTP/ Kartu Keluarga setiap anggota kontingen.

 

3.11.2.    Setelah masa registrasi kontingen pada pelaksanaan PORPROV VI

 

Jawa  Timur,   panitia   tidak   lagi   menerima   perubahan   nama    /

 

konfigurasi tim.

 

3.12.  Juri

 

3.12.1.   Keputusan tertinggi atas permasalahan yang timbul seputar lomba

 

pada cabang Paralayang PORPROV VI Jawa Timur terletak pada

 

Juri.

 

3.12.2.    Juri terdiri dari 3 (tiga) orang sebagai berikut:

1)

President Juri

: Sugeng Santoso

2)

Juri anggota

: Yustira Ramadhani

3)

Juri anggota

: Ridwan Asnan

3.12.3.    Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

3.13.   Complain dan Protes

 

 

 

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  8

 

3.13.1. Keputusan Wasit atas Hasil Pertandingan adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

 

3.13.2. Hasil pertandingan hanya dapat diubah jika terdapat kesalahan administrasi oleh panitia.

 

3.13.3. Atlet dan official yang merasa tidak puas dengan keputusan wasit dapat melakukan complain

 

3.13.4. Apabila telah dilakukan complain dan dirasakan keputusan wasit tidak sesuai dengan harapan, manajer kontingen dapat melalukan protes.

 

3.13.5. Protes harus diajukan secara tertulis yang ditujukan kepada Pimpinan Wasit oleh Manajer Tim dengan disertai uang jaminan sebesar Rp. 1.000.000,- ( satu juta rupiah ). Uang jaminan ini akan dikembalikan bila protes diterima.

3.13.6. Protes atas hasil setiap pertandingan/ronde harus diajukan selambat-lambatnya 30 menit setelah pengumuman hasil pertandingan/ronde.

 

3.13.7. Protes atas Hasil Akhir Lomba (Pengumuman Pemenang) harus diajukan selambat-lambatnya 3 jam setelah hasil lomba diumumkan. Setelah 3 jam, maka Hasil Akhir Lomba tersebut bersifat resmi dan tidak dapat diganggu gugat.

3.14.  Medali

 

 

1)

Medali Emas

: 10 keping

2)

Medali Perak

: 10 keping

  • Medali Perunggu : 10 keping 3.15. Technical Delegate

Nama            : H. Arif Eko Wahyudi, SE, MM

Email            : arifekow@gmail.com

Telp               : +62816526151

  1. PENUTUP

 

4.1. Ketentuan umum pelaksanaan lomba ini digunakan untuk memastikan pelaksanaa lomba bisa berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan

4.2. Hal-hal lain yang belum dicakup dalam ketentuan ini akan diputuskan pada Technical Meeting Lomba Paralayang dalam PORPROV VI Jawa Timur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

THB Paralayang – Porprov 2019                                                                                                                                  9


Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus